Perempuan Angin

Perempuan Angin

June 20, 2012

turning on twenties.


Ya Allah, i really thankful for mercies and blessing sickness that you given to me at the same moment. Then good hearted people around me whom i love them too. Especially, bunch thanks for Judhan, Vale, Jumbru & Puspa for coming to given surprised but i can't get close and get up.
Thanks love.
May Allah always blessed us in everything.

June 12, 2012

Beda



by: Wira Triasmara

“Sebenarnya, Tuhan itu ada berapa?”

“Hanya satu.”

“Lalu kenapa Tuhan kita berbeda?”

“Begini, namaku Wira, keluargaku memanggilku ade, teman-teman memanggil namaku, dan kamu memanggilku sayang. Kalian semua tetap tau jika aku hanya ada satu. Begitu juga dengan Tuhan, walau panggilannya berbeda Dia hanya ada satu.

Aku sadar walaupun aku mampu memberi penjelasan yang mudah namun tetap saja perbedaan agama dan cinta adalah hal yang rumit.
Tidakkah aneh jika Tuhan menciptakan hambaNya secara berpasangan namun tiba-tiba harus dipisahkan dengan alasan agama.”
“Kenapa kamu mencintaiku, sedangkan kamu tau perbedaan diantara kita.”

“Baiklah akan aku jelaskan padamu alasan itu.
Kita berdoa dengan cara yang berbeda, cara kita memanggil Tuhan pun berbeda, namun cara kita saling mencintai selalu sama, sepenuh hati.
Kamu yakin jika Tuhanmu benar, aku pun yakin jika Tuhanku benar, namun kita juga meyakini satu hal yang sama, kita saling mencintai.

Aku memuji Tuhanku dengan bacaan doa, kamu memuji Tuhanmu dalam nyanyian, namun ketika kita saling memuji, kita tertawa bersama.
Aku meninggalkanmu di hari Jum’at, kamu meninggalkanmu di hari Minggu, namun kita selalu tau jika kita punya 5 hari lainnya untuk kembali bersama.
Kamu menggenggam tanganmu ketika berdoa, aku membuka tanganku saat berdoa, namun ketika kita bersama aku selalu membuka tanganku untuk kau genggam.

Sekarang kamu mengerti kan? Walaupun berbeda tapi selalu terselip persamaan diantaranya, itulah alasan aku mencintaimu. Jadi, bisakah aku hanya mencintaimu saja tanpa peduli agamamu?”

June 10, 2012

Goodbye

I can see the pain living in your eyes
And I know how hard you try
You deserve to have so much more
I can feel your heart and I sympathize
And I'll never criticize all
you've ever meant to my life
I don't want to let you down
I don't want to lead you on
I don't want to hold you back
From where you might belong

 You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can't live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry
There's nothing left to say but good-bye
You deserve the chance at the kind of love
I'm not sure I'm worthy of
Losing you is painful to me
You would never ask me why
My heart is so disguised
I just can't live a lie anymore
I would rather hurt myself
Than to ever make you cry

There's nothing left to try
Though it's gonna hurt us both
There's no other way than to say good-bye



dan aku tiba tiba rindu.
dengar lagu ini membuat aku rindu akan mereka.
rindu saat terahir menyanyikan lagu ini.
dengan temaram cahaya yang redup.
dalam hangatnya kebersamaan ditengah mati lampu.
bersama keluarga baru, di kampung pare.
ah, If there's meeting there's farewell.
we see you soon, guys.