“Biarkan keyakinan kamu, 5 cm
menggantung mengambang didepan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu
cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, mata yang akan menatap
lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan
tekad yang seribu kali lebih keras dari baja. Dan hati yang akan bekerja lebih
keras dari biasanya. Serta mulut yang akan selalu berdoa. Dan kamu akan selalu
dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma
seonggok daging yang hanya punya nama. Percaya pada 5 centimeter didepan kening
kamu”
Begitulah kutipan dari novel 5 cm yang pernah saya baca pertama kalinya waktu sekolah menengah atas, dari tulisaannya yang syarat akan motivasi. Dan berawal dari novel tersebutlah saya mulai penasaran dengan dinginnya ranukumbolo, mitosnya tanjakan cinta, syahdunya oro-oro ombo, dan puncaknya para dewa. Perlahan itu semua akan terjawab...
Sekilas Tentang Gunung Semeru
Gunung semeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dengan puncaknya Mahameru 3676 meter diatas permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloka dan danau tertinggi di Gunung Semeru adalah Danau Ranukumbulo (2400 mdpl). Gunung ini terletak di daerah Kabupaten Malang dan Lumajang, masuk dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Begitulah kutipan dari novel 5 cm yang pernah saya baca pertama kalinya waktu sekolah menengah atas, dari tulisaannya yang syarat akan motivasi. Dan berawal dari novel tersebutlah saya mulai penasaran dengan dinginnya ranukumbolo, mitosnya tanjakan cinta, syahdunya oro-oro ombo, dan puncaknya para dewa. Perlahan itu semua akan terjawab...
---------------------------------------------------------------***-----------------------------------------------------
Sekilas Tentang Gunung Semeru
Gunung semeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dengan puncaknya Mahameru 3676 meter diatas permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloka dan danau tertinggi di Gunung Semeru adalah Danau Ranukumbulo (2400 mdpl). Gunung ini terletak di daerah Kabupaten Malang dan Lumajang, masuk dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Dibutuhkan
waktu sekitar empat hari untuk mendaki sampai ke puncak Mahameru pulang pergi.
Untuk mendaki gunung ini bisa melewati Kota Malang dan Lumajang, namun biasanya
para pendaki lebih sering melewati Kota Malang. Dari Terminal Kota Malang
Arjosari naik angkutan umum sampai pasar tumpang dengan biaya Rp 10.000 per
orang, disambung lagi naik jeep atau truk sayuran/pupuk dari pasar tumpang
menuju desa ranu pani dengan kisaran biaya, jeep Rp 35.000 per orang sedangkan
truk sayuran/pupuk Rp 30.000 per orang dengan prinsip semakin banyak rombongan
bisa dapat harga lebih murah. Dipasar tumpang ini kita bisa berbelanja
keperluan logistik untuk pendakian. Surat izin pendakian bisa di urus di kantor
Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II (SPTN II) di Tumpang dengan nomor
telpon (0341) 787972 atau di kantor Resort Pengelolaan Taman Nasional di
wilayah Ranu Pani (0341) 491828 dengan perincian karcis masuk TNBTS Rp 1.250,-
per orang, Iuran asuransi Rp 2.000 per orang, materai surat izin Rp 6.000,
membawa kamera dikenakan biaya Rp 5.000 per kamera. Persyaratan yang wajib
dilengkapi yaitu: fotocopy identitas diri, surat keterangan sehat, mengisi
biodata semua peserta pendakian, mengisi buku tamu (nama ketua kelompok, jumlah
pengikut, tanggal naik & turun) dan mengisi formulir daftar barang bawaan.
Di pos ranu pani juga terdapat 2 buah danau yaitu danau ranu pani dan danau ranu Regulo dengan ketinggian 2100 mdpl.
Sabtu, 13 Oktober 2012
Joyo Grand-Tumpang-Ranupani
Ahirnya
impian saya 5 tahun yang lalu akan selangkah terealisasikan menginjakkan kaki
di semeru dengan ditemani teman yang kuliah di Brawijaya, harpa dan nita
teman kampusnya. Setelah menempuh perjalanan 1 jam dari kontrakan joyo grand sampai di pasar tumpang sekitar pukul 7.20 dengan diantar Devi & Ikmal,
kami melanjutkan perjalanan ke desa ranupani dengan menggunakan truk pupuk milik bapak teguh (085815042267) biaya 100 ribu untuk
3 orang..
Perjalanaan 2 jam dari tumpang sampai ranupani yang melewati jalan yang berkelok kelok berdebu dan tanjakan yang curam sampai memasuki hutan konservasi TNBTS, berulang kali kepala kami terantuk ranting ranting pohon yang menjalar di atas kepala.
Dan akhirnya kami sampai di Resort Pengelolaan Taman
Nasional Ranu pani untuk pos pemeriksaan, ada warung warung makan dan pondok
penginapan di sekitar area pos.
Saya dan harpa segera mengurus surat perizinan bertemu dengan Pak Ningot sinambela yang mengurusi bagian perizinan, pesan yang selalu saya ingat dari beliau “Jaga ego masing masing, jangan tinggalkan temannya sendiri tetap berjalan bersama timnya dan selalu hati hati”.
Perjalanaan 2 jam dari tumpang sampai ranupani yang melewati jalan yang berkelok kelok berdebu dan tanjakan yang curam sampai memasuki hutan konservasi TNBTS, berulang kali kepala kami terantuk ranting ranting pohon yang menjalar di atas kepala.
Saya dan harpa segera mengurus surat perizinan bertemu dengan Pak Ningot sinambela yang mengurusi bagian perizinan, pesan yang selalu saya ingat dari beliau “Jaga ego masing masing, jangan tinggalkan temannya sendiri tetap berjalan bersama timnya dan selalu hati hati”.
Lengkap
sudah perizinan kami melanjutkan ke resort ranu regulo yang jaraknya ± 100m
dari pos perizinan bertemu temannya Harpa untuk membantu packing ulang.
Ranupani-Landengan Dowo-Pos 1
Pukul
13.30 akhirnya kami memulai pendakian, melewati jalanan aspal dengan
pemandangan kiri kanan lereng bukit yang ditanami sayuran, sampai juga di
gapura “ Selamat Datang Para Pendaki Gunung Semeru” setelah gapura jalanan
tanah dan berdebu ikuti jalur ke kiri terus ke arah bukit dengan petunjuk papan
“jalan semeru” jangan mengikuti jalur yang lebar menuju ke kebun penduduk.
Jalur awal yang landai menyusuri jalan setapak pavingan blok yang didominasi oleh alang alang dan banyak terdapat pohon tumbang serta ranting ranting di atas kepala. Sampailah kami di pos 1 pukul 15.40, istirahat sejenak di pos ini harpa dan nita bertemu teman teman kampusnya. Akhirnya kami pamit duluan meneruskan perjalanan, menyusuri lereng bukit yang berkelok, menikmati setiap langkah & pemandangan yang indah ke arah lembah dan bukit bukit yang ditumbuhi pohon cemara pinus serta menyaksikan puncak mahameru dari kejauhan, Subhanallah.
Jalur awal yang landai menyusuri jalan setapak pavingan blok yang didominasi oleh alang alang dan banyak terdapat pohon tumbang serta ranting ranting di atas kepala. Sampailah kami di pos 1 pukul 15.40, istirahat sejenak di pos ini harpa dan nita bertemu teman teman kampusnya. Akhirnya kami pamit duluan meneruskan perjalanan, menyusuri lereng bukit yang berkelok, menikmati setiap langkah & pemandangan yang indah ke arah lembah dan bukit bukit yang ditumbuhi pohon cemara pinus serta menyaksikan puncak mahameru dari kejauhan, Subhanallah.
| Harpa dan Mahameru |
Pos 2- Jembatan
Langkah
demi langkah sampailah di pos 2 yang mulai gelap, istirahat sejenak meneguk air
untuk membasahi kerongkongan yang kering dan menyeka keringat yang sudah
bersahabat dengan badan ini sejak awal pendakian. Melanjutkan perjalanan yang semakin
gelap, kami mengeluarkan alat penerangan senter sampai ahirnya harpa nyeletuk “
Kalo ada yang kentut bilang ya” mungkin
kita bertiga punya perasaan yang sama, sama sama takut dengan perjalanan yang
mulai gelap dengan tim hanya 3 orang tapi tetap merasa sok tegar semuanya hahaha. Ini
pendakian perdananya harpa untuk naik gunung dan temannya nita udah naik semeru
2 kali dan baru pertamanya gendong keril sama ngetrack malam. Oke bonus untuk
kami ngetrack malam dengan udara dingin yang mulai mengusap halus tulang tulang
kami. Harpa sebagai ketua pendakian mau ga mau ambil keputusan karena dia
bertanggung jawab besar atas 2 cewek sebagai pengikutnya. Ahirnya kita istirahat
sejenak waktu maghrib dan menunggu teman harpa yang tertinggal jauh dibelakang
kita, mulai terlihat sorotan lampu headlamp mereka dari kejauhan tetapi tak
banyak bergerak. Kurang lebih 2 jam kami menunggu mereka sampai tubuh ini tidak
bisa kompromi lagi dengan dinginnya udara malam itu. Solusinya adalah
melanjutkan perjalanan karena tubuh ini harus banyak bergerak, belum terlalu
jauh kami melanjutkan perjalanan sampai di jembatan mengatur napas sejenak dan
sorotan cahaya headlamp itu semakin dekat. Harpa meneriaki salah satu teman
mereka dan alhamdulilah ada respon dari mereka. Dia menghampiri temannya dan
membawakan salah satu keril dari mereka, anggota tim mereka yang sakit
bertambah satu, dan yang lainnya sudah merasa lelah karena bergantian membawa 2
keril setelah pos 1. Harpa memutuskan membawakan
salah satu keril mereka sampai ranukumbolo. Ahirnya kita bergabung menjadi satu
tim, sesaat kita meluruskan otot dan saraf yang mulai kedinginan dan bersiap
untuk melanjutkan perjalanan kembali. Saya berjalan dibagian depan dilanjuti
oleh 2 cewek, Anggrek dan Nita dan 5 cowok berikutnya Mukhlis, Mas Kur, Rifqy,
Uki dan Harpa.
Pos 3- Pos 4-Ranukumbolo
Sampai
di pos 3 terdapat pos dengan atap yang sudah rubuh, mengatur napas sejenak dan
mulai menanjaki tanjakan yang lumayan terjal.
Jalan
10-20 langkah istirahat sejenak sampai pada klimaksnya mendekati pos 4 yang membawa
2 keril benar benar lelah dan minta istirahat 5 menit. Dalam keadaan yang
subhanallah dinginnya sekitar pukul 22.30 harpa dan yang lainnya tertidur
beberapa detik. Perjalanan harus segera dilanjutkan karena semakin tipisnya
oksigen. Sorotan cahaya dari camping ground ranukumbulo sudah terlihat,
melewati pos 4 terlebih dahulu dan melipir menuruni bukit. Rasanya dengkul ini
sudah lemas dan kedinginan tak kuat menahan beban daypack dan keril yang saya bawa.
Sampai
di bawah pukul 23.20 kami semua memutuskan untuk buka tenda dan melanjutkan ke
camping ground ranukumbolo besok. Bonus lagi, pasak tenda kita hilang mungkin
terjatuh saat kita ambil makanan sewaktu istirahat. Alhasil kita numpang pasak di
tenda sebelah. Tenda sebelah masih sempat sempatnya memasak, saya harpa dan
nita memilih untuk makan roti tawar dan tidur karena rasa lelah dan kantuk yang tak bisa ditolerir. Sudah berselimut jaket, sarung dan sleepingbag di dalam tenda
bukan berarti sudah hangat dan bisa tidur pulas, terlebih lagi karena kaos kaki
dan sarung tangan yang lembab. Tenda untuk ukuran 5 orang diisi dengan 3 orang
rasanya banyak ruang yang kosong dan udara dingin berkeliaran seenaknya saja di
dalam tenda. Saya benar benar tidak bisa tidur pulas malam itu, sampai tertidur
dalam posisi duduk berharap kaki dan badan ini hangat tapi hasilnya nihil. Mata
sudah terpejam tapi tubuh masih terjaga menikmati dinginnya ranukumbolo. Selamat
malam Ranukumbolo.
Minggu,
14 Oktober 2012
Ranukumbolo – Camping Ground Ranukumbolo
Ah
saya bangun terlalu siang sampai tak menikmati sunrise ranukumbolo karena
baru bisa terlelap tidur beberapa jam lalu, matahari sudah mulai menghangatkan
permukaan bumi dan tenda sebelah sudah mulai ramai memasak. Segera saya membasahi
muka dengan air ranukumbolo, subhanallah segarnya! Melanjutkan untuk harmoni
alam, sayur sop, nugget dan tempe goreng terasa sangat nikmat dinikmati dalam
kebersamaan pagi itu.
Tidak
bisa melanjutkan perjalanan sampai kalimati itulah kesepakatan kita bersama,
kami sepakat untuk menghabiskan waktu di camping ground ranukumbolo saja karena
dilihat dari beberapa faktor lain, keadaan mas kurniawan yang belom fit, bahu harpa
yang masih sakit karena semalam, pertimbangan nita yang sudah mengetahui medan
menuju kalimati dan sumbermani, walau berat rasanya mengikhlaskan dan meridhoi hal
tersebut dan mengesampingkan ambisi dan ego masing masing namun itulah ujian
dalam pendakian.
Puncak itu bonus, kembali kerumah dengan selamat itu
keberhasilannya karena mahameru adalah perjalanan fisik, mental dan hati yang
butuh keikhlasan.
Dan
hari itu dihabiskan untuk menikmati indahnya ranukumbolo, berbagi dengan alam
sekitar dan bercengkrama dengan para pendaki lain. Hal yang tak dapat ditemukan di
peradaban kota.
.
Senin,
15 Oktober 2012
Nikmat
mana lagi yang bisa saya dustakan ketika bisa menikmati lukisanNya, sunrise
ranukumbolo dan ditemani hangatnya segelas kopi. Subhanallah, benar benar gabisa
dinarasikan.
Hari
itu bertepatan dengan ulang taun Ibu saya “Selamat ulang tahun bu, doa dan
rindu terkirim untukmu dari ranukumbolo” Ingin rasanya telpon beliau tapi apa daya krisis sinyal di ketinggian 2400 mdpl.
Waktunya untuk aksi bersih bersih ranukumbolo,
walau belum bisa ke mahameru paling tidak ada hal positif lain yang bisa kita
lakukan disini walaupun ga berpengaruh banyak namun bisa menjadi batu loncatan
untuk pendaki lain untuk menjaga kebersihan area sekitar ranukumbolo agar kelak anak cucu kita masih bisa menikmati tanah semeru.
Bermodalkan energi dari nasi goreng dan nugget, para jejaka mulai menyisiri
sampah sampah di area camp, ada yang mengambili sampah di tepian danau, sampah
plastik dan juga sampah sampah botol bekas minuman. Huuuuh udah 2 karung sampah
yang dikumpulkan dan besoknya siap diboyong sampai basecamp ranupani.
| Salam Rindu, Anakmu. |
| Oro-oro ombo |
Sorenya
saya menikmati trek tanjakan cinta sampai padang ora ora ombo, ditengah
perjalanan kami harus bergegas pulang ke tenda karena hujan, yang awalnya
optimis kabut jenuh saya pun ikut berlari naik turun bukit.
Selasa,
16 Oktober 2012
Packing
packing ayo kita packing! Hah rasanya belom mau meninggalkan ranukumbolo yang
sakral akan keindahanya. Pecel dan teh susu menjadi energi kita untuk pulang, berbagi
sarapan dan bercengkrama dengan pasangan bule dari perancis jadi topik kita
pagi itu, ternyata mereka menghabiskan waktu 2
bulan mereka di Indonesia untuk menikmati keindahan alam Indoesia.
Keril sudah siap, pukul 9.10 kita mulai ngetrack menuju ranupani
dengan bonus harpa uki dan yang lainnya gantian membawa karung sampah. Tidak
butuh waktu lama untuk perjalanan pulang, cukup 4,5 jam kita sudah sampai di
pos ranupani. Alhamdulillah ahirnya lihat jalanan aspal kembali, sampainya di
pos kami lapor kepada Pak Ningot Sinambela telah turun dengan selamat dan
menyerahkan sampah yang telah kita bawa. Beruntung ada truk terakhir, kita
gabung dengan para pendaki yang lain yang akan menuju Malang dan pulang ke
kotanya masing masing. Berbaur dengan kabut yang mulai naik dan ahirnya hujan
turun, wah benar benar seru perjalanan pulang itu.
| Potret pagi ranukumbolo |
![]() |
| Mas Kur, Muchlis, Anggrek, Nita, George, Marie, Saya, Uki, Rifqy, Harpa |
Walau
impian saya 5 tahun yang lalu menginjakkan kaki di Mahameru masih harus
tertunda namun selalu ada teladan hidup yang bisa diambil dari perjalanan alam.
Bertemu dengan orang orang baru, berbeda kepala, berbeda pikiran, berbeda
karakter, berbeda cara namun satu tujuan. Mahameru akan kutempuh ragamu di lain
kesempatan.


