Hampir
6 jam trek berdebu, berpasir dan berkerikil tanpa ada habisnya.
Selama perjalanan menuju puncaknya hanya bisa menunduk tidak berani
melihat trek pendakiannya. Fisik sudah lemas namun semangat tidak
boleh lelah . Disambut oleh pelukan hangat teman teman lain yang
sudah sampai puncak terlebih dahulu, atas izinMu saya
bisa menjejaki atap pulau Lombok, puncak rinjani 3726 mdpl.
Alhamdulilllah.
"Now I see the secret of the making the
best person. It is to grow in the open air and to eat and sleep with the
earth…” Walt Whitman
---------------------------------------------------------------***-----------------------------------------------------------
Sekilas Tentang Gunung Rinjani
Gunung Rinjani
merupakan gunung berapi tertinggi kedua setelah gunung Kerinci yang ada di Sumatera.
Gunung dengan ketinggian 3726 mdpl ini berlokasi di utara pulau Lombok, nusa
tenggara barat. Secara administratif gunung ini berada di wilayah 3 kabupaten;
Lombok Timur, Lombok Tengah dan Lombok Utara. Gunung Rinjani menjadi salah satu
gunung favorit di Indonesia yang sudah terkenal ke mancanegara karena keindahan
bentang alamnya yang menarik wisatawan dan pendaki untuk menjejaki kakinya di
puncak rinjani. Gunung ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani
yang memiliki luas sekitar 41.330 ha.
Salah satu masterpiece
dari gunung ini adalah Danau Segara Anak, bagi suku sasak danau ini merupakan
tempat yang sakral dan suci, danau dengan air yang berwarna hijau kebiruan itu
digunakan pula sebagai tempat ziarah dan peribadatan umat hindu, Islam wettu
telu (Islam-Hindu). Ditepian danau tersebut terdapat Gunung Barujari, gunung
tsb terbentuk karena letusan vulkanik gunung rinjani. Para pendaki juga bisa
dimanjakan dengan berendam seharian di kolam belerang alami dan menghabiskan
waktu di danau dengan memancing ikan mujair, mas, carper. Jika sedang beruntung
bisa dapat ikan ukuran besar.
Untuk menuju gunung
rinjani dapat menggunakan bus langsung menuju mataram, atau menggunakan
penerbangan menuju bandara selaparang mataram-lombok dan gerbang pelabuhan
lembar menuju terminal bus ke kota mataram. Selanjutnya dari terminal kota
mataram naik angkutan umum menuju aikmel, sampainya di aikmel langsung naik
angkutan umum lainnya menuju pos pendakian desa sembalun. Sebagai catatan bagi
pemakai angkutan umum dari mataram-aikmel sebaiknya berangkat pagi hari karena
jalanan yang rusak dan curam selagi itu angkutan umum dari aikmel sampai jam
12.00 atau sebaiknya mencarter angkutan umum lainnya.
Sekre wanapratala unram- basecamp sembalun
Sore yang cerah kami
pun berangkat menuju desa sembalun dari sekre wanapratala fakultas teknik unram.
Dengan berjumlah 16 orang dibaginya 2 tim, tim inti untuk pengambilan nomor
wajib anggota muda yaitu; zaky, upil, iam, agus, anis, umam dan zul sebagai
penanggung jawab mbah somad & mas ipul. Di tim hore ada; mas wanto, mas
azhari, debri, sam, adit dan saya sendiri dibantu oleh rakas sebagai guide
untuk tim hore. Setelah menempuh 3 jam perjalanan ahirnya kita sampai di desa
sembalun dan menginap di rumah warga untuk menunggu hari esok. Kami menikmati
makan malam bersama di warung penduduk sekitar dan berbagi cerita dengan 2 bule
asal Belgia serta penduduk sekitar yang berprofesi sebagai porter yang akan
naik esok hari. Sudah larut malam, kami harus beristirahat untuk pendakian esok
hari.
| Sekre Wanapratala UNRAM |
| Tim Hore |
10
juli 2012
Desa sembalun-pos bayangan
Esok harinya pukul
05.00 waktu setempat kami packing ulang dilanjutkan dengan briefing dan sarapan
untuk mengisi stok energi sampai siang. Tak lupa berpamitan & berterima
kasih kepada pemilik rumah yang telah mempersilahkan kami menginap di gazebonya,
kemudian berjalan kecil menuju pos informasi rinjani untuk mengurus surat
perizinan. Di pos sembalun juga menyediakan jasa porter & guide serta
penyewaan peralatan pendakian.
| Bukit Teletubies (Jalur Kebo) |
Dan pukul 7.10 bagian Indonesia tengah kita
memulai tracking dari pos sembalun yang ketinggiannya 1.150 mdpl. Kebanyakan
pendaki memulai pendakian dari rute sembalun dan mengakhirinya di pos senaru
karena bisa menghemat jarak 550m. Perjalanan diawali dengan jalanan aspal
dengan pemandangan kanan kiri ilalang, sejauh mata memandang gunung rinjani
berdiri dengan angkuhnya. Sampai di jalanan tanah yang berdebu dan memasuki
trek yang sesungguhnya padang savana yang luas dan berbukit bukit. Jalur
sembalun merupakan jalur yang landai dan panjang dibandingkan jalur senaru
namun cuaca yang panas karena terik matahari yang mudah menyengat kulit kita
menyebabkan stamina yang cepat terkuras. Sesaat saya terdiam terpaku, diantara
langit yang membiru dan nafas yang memburu. Subhanallah aku melihat
kebesaranMu.
Hah rasanya punggungan
itu tak ada ujung dan habisnya, sampai di punggungan yang kesekian kalinya
ahirnya kita memutuskan untuk makan siang nasi bungkus terlebih dahulu. Dan
ternyata kita dikelabuhi oleh mbah somad yang sudah tau medan sana katanya biar
ada cerita, kita dibuat naik turun punggungan melalui jalur kebo (bukit
teletubies) yang sudah tak terpakai lagi sedangkan adit dan rakas terlebih
dahulu sampai di pos 2 karena melewati jalur yang sesungguhnya. Setelah 6 jam
perjalanan ahirnya kita kembali ke track yang sesungguhnya. Terimakasih untuk 6
jam pemanasan naik turun punggungan ya mbaah!
Ditengah perjalanan
menuruni bukit teletubies mas azhari keseleo dan kena anklenya melambatlah
ritme perjalanan kita karena tenaga sudah lumayan terkuras untuk bukit teletubies.
Hari sudah mulai gelap kami memutuskan untuk bermalam di pos bayangan yang
berada antara pos 2 dan pos 3 untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya.
| Pos Bayangan |
| Bersama Gandewa UI |
Pos bayangan- camping ground plawangan sembalun
Pulasnya tidur saya
semalam setelah menikmati makan malam nasi ayam kecap pedas entah apalah itu
namanya. Bangun bangun sudah tersedia teh hangat dan sarapan, terimakasih tim
inti untuk masakannya.
Menuju pos 3 kita
dihadapkan dengan tanjakan yang terjal, pemanasan sebelumnya untuk melewati bukit
penyesalan. Sampai di pos 3 istirahat sejenak sambil menyeduh susu dan
bercengkrama dengan pendaki lain, ada rombongan dari ui dan bule dari cheko
beserta guidenya anak unram. Saya pamit duluan melanjutkan perjalanan karena
tau kapasitas saya menanjaki bukit selalu menjadi yang terbelakang, dan
ternyata benar ditengah perjalanan saya disusul teman teman lainnya. Benar
benar bukit penyesalan dengan elevasi yang curam, baru melangkahkan 10 langkah
saja nafas ini sudah terengah engah. Sampai pada klimaksnya kami istirahat
cukup lama, bersenda gurau untuk menghibur diri sendiri. Salah satu anggota
muda pun nyeletuk dengan logat jawanya “ Ya allah gawe gunung kok nduwur nduwur
ojo seng angel di daki, kuatke sikilku ya allah” Hahahahha dan kita lepas tertawa semua, lumayan
hiburan sesaat. Kasian juga ngeliat anggota muda yang kerilnya 2 kali lebih
berat dibanding saya, bawa daypack juga pula.
| Bukit Penyesalan |
Kabut jenuh mulai
turun, beberapa langkah lagi plawangan sembalun dan ahirnya
Alhamdulilaaaaaaaaaaaaaaaaaaah! Sudah kelu rasanya kaki ini, mengistirahatkan
sejenak dan melanjutkan sedikit perjalanan sampai ke camping ground plawangan
sembalun. Capek dan lelah ini terbayar semua ketika awan mulai bergeser dan
menikmati pemandangan segara anak yang menyeruak dari bawah. Moment yang gabisa dinarasikan ketika
matahari mulai menenggelamkan suryanya
diantara bukit bukit dengan pemandangan kiri bawahnya segara anak dan
gunung barujari, ah speechless!
Tak banyak yang
dilakukan malam itu setelah makan malam bersama, kami segera mengistirahatkan
tubuh ini untuk mempersiapkan summit
attack esok dini hari.
Plawangan sembalun-puncak
Saya terbangun karena
panggilan alam, bangun lebih awal dari bunyi alarm. Rasanya enggan untuk keluar
dari tenda dengan udara yang dingin, mau gamau harus mengeluarkan sisa makanan
beberapa hari yang lalu dibandingkan melakukan ritual alam nanti sewaktu
perjalanan ke puncak, oh NO!
Dari 16orang hanya 12 orang yang
melakukan summit attack, dengan alasan 3 orang itu sudah pernah muncak dan satu
orang gagal dalam perjalanan ke puncak karena merasa tidak sanggup. Berbekal
dengan alat penerangan, air minum dan persediaan makanan, kami memulai
perjalanan rasanya benar benar kaku kaki itu memulai menaiki punggungan kembali
dengan jalur berpasir dan kerikil. Saya menjadi yang terbelakang dari tim hore
dan teman teman yang lain dengan sabarnya menunggu langkahan kaki saya
sedangkan tim inti tertinggal dibelakang karena mengambil kamera yang
tertinggal.
Dengan udara yang dingin
dan terpaan angin yang kencang, ditengah perjalanan kami menyeduh kopi untuk
menghangatkan tubuh sementara dan melanjutkan perjalanan meniti bibir kawah
yang margin safety pas pasan, jalan setapak kanan kiri jurang yang entah dimana
ujung jurangnya tersebut.
Menikmati sunrise di
tengah perjalanan dan gugusan awan yang membentuk air terjun serta
triangularfacet gunung agung dan tambora, benar benar puncak yang berbayar
belum sampai puncaknya saja sudah disuguhkan pemandangan yang luar biasa
indahnya. Dan 400 meter sebelum puncak adalah masa masa kritis yang melelahkan
dan menguji mental saya, rasanya sia sia langkah ini maju dua langkah mundur
selangkah melewati tanjakan pasir berbentuk huruf "S". Ditengah perjalanan berpapasan dengan keluarga bule dan 2 anak
kecilnya yang kira kira berumuran 8 dan 10 tahun yang sudah turun dari puncak,
sedikit mendapatkan suntikan semangat melihat mereka. Benar benar lemas kaki
ini yang tersisa tinggal semangat, doa dan keinginan yang kuat untuk sampai
puncak. Dan ahirnya puncak rinjani 3726, disambut oleh pelukan hangat teman
teman lain yang sudah sampai puncak terlebih dahulu, alhamdulilah atas izin
KebesaranMu saya bisa menjejaki atap pulau Lombok. Bener bener spechleess
sampai diatas, mau nangis juga sampai gabisa ini!
Kami merupakan kloter
terakhir yang menghabiskan waktu di puncak sampai matahari yang sangat dekat
menyapa kulit kita. Menghabiskan waktu di puncak dengan upacara pengambilan
nomor dan menikmati makan siang seadanya. Kabut mulai naik dan kita memutuskan
untuk turun. Perjalanan turun dari puncak bukan hal yang mudah, dibandingkan naiknya dengan medan yang berpasir dan berkerikil kami pun berlari menuruninya dengan
lebih berhati hati salah salah tergelincir ke bibir jurang. Karena asyiknya
menuruni jalanan yang berkerikil, kami melewati trek yang berbeda sewaktu turun
yang ujungnya itu jurang ahirnya kami melipiri tebing dan kembali ke trek
sebenarnya. Dengan waktu yang lebih cepat dibandingkan naik, saya
sampai di camp plawangan sembalun dengan teman teman yang sudah sampai terlebih
dahulu. Masuk tenda dan memejamkan mata sementara, kantuk yang gabisa ditolerir
sejak awal summit attack. Hah tidur ayam yang lumayan, dilanjutkan makan
terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke segara anak.
| Full Team |
Plawangan sembalun-segara anak
Kurang lebih pukul
15.40 kami memulai kembali trekking menuju segara anak, jalanan yang ditutupi
dengan kabut dengan turunan yang terjal dan batuan yang mudah terjatuh
memfokuskan kami harus lebih berhati hati. Dengan stamina yang sudah terkuras
untuk muncak, tinggal sisa sisa semangat yang ada, kaki benar benar sudah lemas
untuk melangkah. Empat jam perjalanan yang harus ditempuh untuk sampai segara
anak dengan trek yang mulai gelap, dengan bonus sesekali climbing menaiki
tebing. Beberapa meter sebelum sampai camp, jalan saya sudah keleyengan menahan
rasa sakit kaki ini, dua kali terjatuh ke sisi kiri dengan posisi sisi kanan
tebing jurang dan mbah somad yang berjalan dibelakang saya selalu mengingatkan
saya untuk fokus dan jangan bercanda, siapa juga yang bercanda ini beneran
sakit dan lelah mbaaah. Alhamdulilah sorotan cahaya dari camping ground segara
anak sudah terlihat, terlihat lebih dekat teman teman yang lain sedang
mendirikan tenda dan sebagian memasak makan malam. Saya, mas azhari, debri,
mbah somad dan sam izin untuk berendam terlebih dahulu dikolam air panas
terbuka, melepas lelah yang ada diantara taburan bintang di langit, saya benar
benar menikmati malam itu..
| Langit malam Segara Anak yang selalu kurindukan |
13
juli 2012
Menikmati segara anak
Ahirnya tidur yang
berkualitas, saya terbangun pukul 10.00 yang lain sudah sibuk dengan
aktivitasnya masing masing; berendam, memancing, memasak, atau hanya bersantai
menikmati danau segara anak.
Segelas susu hangat
pertama yang saya nikmati pagi itu, memanjakan diri di tepian danau yang
sesekali ikut ikutan memancing dan mengabadikan moment tersebut dengan yang
lainnya, Ah serunya! Seharusnya hari itu jadwal kami langsung naik kembali ke
senaru namun karena masih lelah kami nambah satu malam lagi di danau,
Howreeeeee!
Sekilas Danau Segara Anak berada di ketinggian 2010 mdpl, berbentuk bulan sabit dengan luas sekitar 11.126 ha dengan kedalaman 160-230 m. Disekelilingnya dibatasi dinding kaldera yang tingginya mencapai 650 m dengan munculnya kerucut baru Gunung BaruJari di tengah tengahnya.
Makan siang dengan ikan
goreng hasil pancingan teman teman yang lumayan dapet banyak terasa nikmatnya
dinikmati dalam siang itu. Sorenya berendam lagi di kolam bawah
yang lebih besar yang ada air terjunnya untuk air dingin dan yang kecil untuk
kolam air panas karena merasa kurang panas airnya kami pindah ke kolam atas
yang penuh dengan bule bule, udara yang mulai dingin mengharuskan kita untuk
mengakhiri sesi berendam, tanpa ganti baju kami berfoto foto bersama di pinggir
danau bersama Jery, bule dari cheko sambil menikmati senja yang tertutup kabut
dan bercerita tentang pengalaman hidupnya yang telah mengunjungi berbagai
negara di belahan dunia, sedikit malu karena dia lebih mengetahui keindahan alam Indonesia. Ditutup dengan makan malam bersama menikmati
ikan bakar. Malam yang indah untuk dilewatkan dan diakhiri. | Segara Anak (2010 mdpl) & Gunung Barujari (2376 mdpl) |
14
juli 2012
Segara anak-plawangan senaru-basecamp senaru
Bunyi alarm pukul
05.00, packing packing rasanya enggan untuk beberes. Susu hangat untuk pagi
yang hangat, setelah selesai sarapan dan beberes kami foto foto bersama dengan senior alumni ugm era 80-an. Jam
menunjukkan pukul 08.00 kami pamit duluan dengan para pendaki lain, diawali
dengan berjalan melipir danau dan sejenak saya terdiam menikmati potret danau
serta gunung barujari yang beratapkan langit biru untuk terahir kalinya, ”Insya
allah saya akan kembali lagi ke tempat ini ” doaku dalam hati.
Mulai menanjak dan
memasuki hutan sampai di watu ceper saya bertegur sapa dengan bule hamil yang menuju
segara anak, how cool she is! Kemudian Melipir lereng lereng bukit, sesekali
harus memanjat batuan besar. Yah itulah rinjani yang terkenal dengan naik turun
bukitnya, sampai di plawangan senaru pukul 12.00 dan makan siang di pos
selanjutnya.
| Insha Allah I'll be back. |
Setelah terisi energi
kami melanjutkan perjalanan, tinggal sisa menuruni jalanan dan memasuki hutan
senaru. Saya menjadi yang terbelakang di tim inti karena tak kuat berlari,
namun berjalan santai konstan. Terkadang bertemu porter yang mengingatkan saya untuk
hati hati. Menikmati udara sejuk dari hutan senaru sampai tak terasa sudah
sampai di gerbang pendakian pos senaru, teman teman yang sudah sampai terlebih
dahulu sudah menikmati gorengan dan teh hangat di warung Pak Ridwan penduduk sekitar senaru. Menikmati
tegukan welcome drink dan meluruskan kaki ini. Setelah istirahat kami masih harus
berjalan 1 km untuk naik angkutan menuju mataram, melewati rumah dan kebun
penduduk dan lapor ke RTC (Rinjani Trekking Center) karena telah turun dengan
selamat. Di dekat Pos RTC terdapat desa wisata suku sasak, suku asli pulau
Lombok, kami turun dari angkutan dan tak lupa mengabadikan moment tersebut sambil
menunggu teman teman lain yang lapor ke RTC. Perjalanan pulang yang melelahkan,
sempat tertidur dalam angkutan dan ahirnya sampai di gerbang samping
Universitas Mataram. Kami harus berjalan 5 menit menuju Sekre Wanapratala dengan
keadaan sebagian anak anak yang jalannya sempoyongan karena terlena minuman
khas senaru.
| We see you soon. |
No comments:
Post a Comment