You will enjoy the beauty of quiteness, the freedom from responsibilities. You will love how you do things only for yourself. But then you will realize that nobody cares about you, you will miss talking to people. You will miss the arguments and you will even miss the simple hellos. And at the end, you will return to the real world and say you hate loneliness. is it life circle feeling? One good time, Get involved deeply conversation with Eyad Essam
Setiap orang pasti punya definisi masing masing dari kata bahagia entah dalam ranah relatif ataupun subjektif. Ada situasi disaat orang itu bilang musibah dan disisi lain itu bilang anugerah.
Secara situsional, saya bisa bahagia hanya dengan menghabiskan waktu dengan keluarga, memandangi langit malam yang bertaburan bintang, menghabiskan waktu malam di angkringan atau warung kopi, jalan jalan sendirian di malioboro, melihat rintik hujan, mengelilingi kota Jogja, membaca buku dengan segelas teh, memperhatikan orang orang yang berlalu lalang, menikmati macam macam kuliner, atau sekedar kemping di alam terbuka.
Tak dapat dipungkiri kita pun pernah merasakan bosan, kesal, tak semangat bangun dari tempat tidur untuk melewati rutinitas hari-hari. Wajar saja, namun tidak untuk terbiasa.
Terlepas dari itu semua, lambat laun saya mulai belajar untuk memaknai makna bahagia dalam harfiah yang sederhana. Belajar untuk tidak mengkondisikan bahagia dalam bentuk apapun. Apa sih bahagia itu sebenarnya? Definisi bahagia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia; bahagia/ba·ha·gia/1n keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan). 2aberuntung; berbahagia.
berbahagia/ber·ba·ha·gia/a1 dalam keadaan bahagia. 2v menikmati kebahagiaan. membahagiakan/mem·ba·ha·gi·a·kan/v1 menjadikan (membuat) bahagia 2 mendatangkan rasa bahagia. kebahagiaan/ke·ba·ha·gi·a·an/n kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yang bersifat lahir batin.
Lalu, saya menyadarinya.. Kadang manusia selalu mencari-cari kebahagiaan, padahal kebahagiaan itu sudah ada di depan mata atau bahkan kita sedang menggegam erat kebahagiaan itu tanpa kita betul-betul tak menyadarinya.
Karena sebenarnya semua hal dalam kehidupan kita di dunia ini bisa diliputi oleh kebahagian tergantung kita dalam menyikapinya. Bahagia itu adanya dari kita sendiri bukan dari mereka atau orang lain. So lets happy for no reason guys. mengingatkan untuk diri sendiri, jika nanti saya merasa bosan atau kurang bersemangat. Diamlah sesaat, jangan paksakan diri sendiri atau bangun lebih pagi. Lihat apa yang ada di sekitar, syukuri hal-hal yang sederhana. Menghela napas panjang. Percayalah esok akan lebih baik dan ingat bahwa saya orang yang beruntung dan penuh kebahagiaan.
Dan saat menulis tulisan ini, saya sedang berbahagia. Duduk di tengah ramainya warung kopi.
Dengan perbincangan isi kepala yang tak ada habisnya.
As i know smile is change a facial expression by spreading the lips to signal pleasure and it takes less facial muscles to make someone smile than frown. Some experts claim that need 43 muscles to frown and only 17 muscles to smile.
Smile has the power to radiate the qualities that make you beautiful on the inside, kindness, respect & self control. Just try to smile when you are among strangers is the best way to invite them to get to know you. Your face is the first thing people look at when they meet you for the first time and smile sends a message that you are friendly and easy going. So why not let it show what a great person you are with give your smile power.
Here are some benefit that can get a person with a smile;
Smiling makes a person more attractive because there is a certain attraction factor and make someone look better than frown and wrinkle.
Smiling can trick the body so that helps a person to change for the better mood. Therefore if you feel sad and badmood, just try to smile it can reduce unwell mood.
Smiling not only change the mood of the person but also can be contagious people around us and bring happiness to others.
Smiling helps the immune system to work better when someone smile at the increase immune function that makes a person feel more relaxed.
Thus be a beautiful in your heart by being simple smiling doesn't have to be expensive with make up, jewelry or expensive clothes. You are best to urself when you are good to others. Do all the good you can, as long as ever you can. At least starting your day with smile & let us always meet each other with smile, for the smile is the beggining of love. So spread your love everywhere you go. XOXO
This article was created by me to satisfy my final exam public speaking in Pare, Kampung Inggris circa May 2012.
“Biarkan keyakinan kamu, 5 cm
menggantung mengambang didepan kening kamu. Dan sehabis itu yang kamu perlu
cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, mata yang akan menatap
lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas. Lapisan
tekad yang seribu kali lebih keras dari baja. Dan hati yang akan bekerja lebih
keras dari biasanya. Serta mulut yang akan selalu berdoa. Dan kamu akan selalu
dikenang sebagai seorang yang masih punya mimpi dan keyakinan, bukan cuma
seonggok daging yang hanya punya nama. Percaya pada 5 centimeter didepan kening
kamu” Begitulah kutipan dari novel 5 cm yang pernah saya baca pertama kalinya waktu sekolah menengah atas, dari tulisaannya yang syarat akan motivasi. Dan berawal dari novel tersebutlah saya mulai penasaran dengan dinginnya ranukumbolo, mitosnya tanjakan cinta, syahdunya oro-oro ombo, dan puncaknya para dewa. Perlahan itu semua akan terjawab...
Sekilas Tentang Gunung Semeru Gunung
semeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dengan puncaknya Mahameru
3676 meter diatas permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal
dengan nama Jonggring Saloka dan danau tertinggi di Gunung Semeru adalah Danau
Ranukumbulo (2400 mdpl). Gunung ini terletak di daerah Kabupaten Malang dan
Lumajang, masuk dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Dibutuhkan
waktu sekitar empat hari untuk mendaki sampai ke puncak Mahameru pulang pergi.
Untuk mendaki gunung ini bisa melewati Kota Malang dan Lumajang, namun biasanya
para pendaki lebih sering melewati Kota Malang. Dari Terminal Kota Malang
Arjosari naik angkutan umum sampai pasar tumpang dengan biaya Rp 10.000 per
orang, disambung lagi naik jeep atau truk sayuran/pupuk dari pasar tumpang
menuju desa ranu pani dengan kisaran biaya, jeep Rp 35.000 per orang sedangkan
truk sayuran/pupuk Rp 30.000 per orang dengan prinsip semakin banyak rombongan
bisa dapat harga lebih murah. Dipasar tumpang ini kita bisa berbelanja
keperluan logistik untuk pendakian. Surat izin pendakian bisa di urus di kantor
Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II (SPTN II) di Tumpang dengan nomor
telpon (0341) 787972 atau di kantor Resort Pengelolaan Taman Nasional di
wilayah Ranu Pani (0341) 491828 dengan perincian karcis masuk TNBTS Rp 1.250,-
per orang, Iuran asuransi Rp 2.000 per orang, materai surat izin Rp 6.000,
membawa kamera dikenakan biaya Rp 5.000 per kamera. Persyaratan yang wajib
dilengkapi yaitu: fotocopy identitas diri, surat keterangan sehat, mengisi
biodata semua peserta pendakian, mengisi buku tamu (nama ketua kelompok, jumlah
pengikut, tanggal naik & turun) dan mengisi formulir daftar barang bawaan.
Di pos ranu pani juga terdapat 2 buah danau yaitu danau ranu pani dan danau ranu Regulo dengan ketinggian 2100 mdpl.
Sabtu, 13 Oktober 2012
Joyo Grand-Tumpang-Ranupani
Ahirnya
impian saya 5 tahun yang lalu akan selangkah terealisasikan menginjakkan kaki
di semeru dengan ditemani teman yang kuliah di Brawijaya, harpa dan nita
teman kampusnya. Setelah menempuh perjalanan 1 jam dari kontrakan joyo grand sampai di pasar tumpang sekitar pukul 7.20 dengan diantar Devi & Ikmal,
kami melanjutkan perjalanan ke desa ranupani dengan menggunakan truk pupuk milik bapak teguh (085815042267) biaya 100 ribu untuk
3 orang.. Perjalanaan 2 jam dari tumpang sampai ranupani yang melewati jalan
yang berkelok kelok berdebu dan tanjakan yang curam sampai memasuki hutan
konservasi TNBTS, berulang kali kepala kami terantuk ranting ranting pohon yang
menjalar di atas kepala.
Dan akhirnya kami sampai di Resort Pengelolaan Taman
Nasional Ranu pani untuk pos pemeriksaan, ada warung warung makan dan pondok
penginapan di sekitar area pos. Saya dan harpa segera mengurus surat perizinan
bertemu dengan Pak Ningot sinambela yang mengurusi bagian perizinan, pesan yang
selalu saya ingat dari beliau “Jaga ego masing masing, jangan tinggalkan
temannya sendiri tetap berjalan bersama timnya dan selalu hati hati”.
Lengkap
sudah perizinan kami melanjutkan ke resort ranu regulo yang jaraknya ± 100m
dari pos perizinan bertemu temannya Harpa untuk membantu packing ulang.
Ranupani-Landengan Dowo-Pos 1
Pukul
13.30 akhirnya kami memulai pendakian, melewati jalanan aspal dengan
pemandangan kiri kanan lereng bukit yang ditanami sayuran, sampai juga di
gapura “ Selamat Datang Para Pendaki Gunung Semeru” setelah gapura jalanan
tanah dan berdebu ikuti jalur ke kiri terus ke arah bukit dengan petunjuk papan
“jalan semeru” jangan mengikuti jalur yang lebar menuju ke kebun penduduk.
Jalur awal yang landai menyusuri jalan setapak pavingan blok yang didominasi
oleh alang alang dan banyak terdapat pohon tumbang serta ranting ranting di
atas kepala. Sampailah kami di pos 1 pukul 15.40, istirahat sejenak di pos ini
harpa dan nita bertemu teman teman kampusnya. Akhirnya kami pamit duluan
meneruskan perjalanan, menyusuri lereng bukit yang berkelok, menikmati setiap
langkah & pemandangan yang indah ke arah lembah dan bukit bukit yang ditumbuhi
pohon cemara pinus serta menyaksikan puncak mahameru dari kejauhan, Subhanallah.
Harpa dan Mahameru
Pos 2- Jembatan
Langkah
demi langkah sampailah di pos 2 yang mulai gelap, istirahat sejenak meneguk air
untuk membasahi kerongkongan yang kering dan menyeka keringat yang sudah
bersahabat dengan badan ini sejak awal pendakian. Melanjutkan perjalanan yang semakin
gelap, kami mengeluarkan alat penerangan senter sampai ahirnya harpa nyeletuk “
Kalo ada yang kentut bilang ya” mungkin
kita bertiga punya perasaan yang sama, sama sama takut dengan perjalanan yang
mulai gelap dengan tim hanya 3 orang tapi tetap merasa sok tegar semuanya hahaha. Ini
pendakian perdananya harpa untuk naik gunung dan temannya nita udah naik semeru
2 kali dan baru pertamanya gendong keril sama ngetrack malam. Oke bonus untuk
kami ngetrack malam dengan udara dingin yang mulai mengusap halus tulang tulang
kami. Harpa sebagai ketua pendakian mau ga mau ambil keputusan karena dia
bertanggung jawab besar atas 2 cewek sebagai pengikutnya. Ahirnya kita istirahat
sejenak waktu maghrib dan menunggu teman harpa yang tertinggal jauh dibelakang
kita, mulai terlihat sorotan lampu headlamp mereka dari kejauhan tetapi tak
banyak bergerak. Kurang lebih 2 jam kami menunggu mereka sampai tubuh ini tidak
bisa kompromi lagi dengan dinginnya udara malam itu. Solusinya adalah
melanjutkan perjalanan karena tubuh ini harus banyak bergerak, belum terlalu
jauh kami melanjutkan perjalanan sampai di jembatan mengatur napas sejenak dan
sorotan cahaya headlamp itu semakin dekat. Harpa meneriaki salah satu teman
mereka dan alhamdulilah ada respon dari mereka. Dia menghampiri temannya dan
membawakan salah satu keril dari mereka, anggota tim mereka yang sakit
bertambah satu, dan yang lainnya sudah merasa lelah karena bergantian membawa 2
keril setelah pos 1. Harpa memutuskan membawakan
salah satu keril mereka sampai ranukumbolo. Ahirnya kita bergabung menjadi satu
tim, sesaat kita meluruskan otot dan saraf yang mulai kedinginan dan bersiap
untuk melanjutkan perjalanan kembali. Saya berjalan dibagian depan dilanjuti
oleh 2 cewek, Anggrek dan Nita dan 5 cowok berikutnya Mukhlis, Mas Kur, Rifqy,
Uki dan Harpa.
Pos 3- Pos 4-Ranukumbolo
Sampai
di pos 3 terdapat pos dengan atap yang sudah rubuh, mengatur napas sejenak dan
mulai menanjaki tanjakan yang lumayan terjal.
Jalan
10-20 langkah istirahat sejenak sampai pada klimaksnya mendekati pos 4 yang membawa
2 keril benar benar lelah dan minta istirahat 5 menit. Dalam keadaan yang
subhanallah dinginnya sekitar pukul 22.30 harpa dan yang lainnya tertidur
beberapa detik. Perjalanan harus segera dilanjutkan karena semakin tipisnya
oksigen. Sorotan cahaya dari camping ground ranukumbulo sudah terlihat,
melewati pos 4 terlebih dahulu dan melipir menuruni bukit. Rasanya dengkul ini
sudah lemas dan kedinginan tak kuat menahan beban daypack dan keril yang saya bawa.
Sampai
di bawah pukul 23.20 kami semua memutuskan untuk buka tenda dan melanjutkan ke
camping ground ranukumbolo besok. Bonus lagi, pasak tenda kita hilang mungkin
terjatuh saat kita ambil makanan sewaktu istirahat. Alhasil kita numpang pasak di
tenda sebelah. Tenda sebelah masih sempat sempatnya memasak, saya harpa dan
nita memilih untuk makan roti tawar dan tidur karena rasa lelah dan kantuk yang tak bisa ditolerir. Sudah berselimut jaket, sarung dan sleepingbag di dalam tenda
bukan berarti sudah hangat dan bisa tidur pulas, terlebih lagi karena kaos kaki
dan sarung tangan yang lembab. Tenda untuk ukuran 5 orang diisi dengan 3 orang
rasanya banyak ruang yang kosong dan udara dingin berkeliaran seenaknya saja di
dalam tenda. Saya benar benar tidak bisa tidur pulas malam itu, sampai tertidur
dalam posisi duduk berharap kaki dan badan ini hangat tapi hasilnya nihil. Mata
sudah terpejam tapi tubuh masih terjaga menikmati dinginnya ranukumbolo. Selamat
malam Ranukumbolo.
Minggu,
14 Oktober 2012
Ranukumbolo – Camping Ground Ranukumbolo
Ah
saya bangun terlalu siang sampai tak menikmati sunrise ranukumbolo karena
baru bisa terlelap tidur beberapa jam lalu, matahari sudah mulai menghangatkan
permukaan bumi dan tenda sebelah sudah mulai ramai memasak. Segera saya membasahi
muka dengan air ranukumbolo, subhanallah segarnya! Melanjutkan untuk harmoni
alam, sayur sop, nugget dan tempe goreng terasa sangat nikmat dinikmati dalam
kebersamaan pagi itu.
Tidak
bisa melanjutkan perjalanan sampai kalimati itulah kesepakatan kita bersama,
kami sepakat untuk menghabiskan waktu di camping ground ranukumbolo saja karena
dilihat dari beberapa faktor lain, keadaan mas kurniawan yang belom fit, bahu harpa
yang masih sakit karena semalam, pertimbangan nita yang sudah mengetahui medan
menuju kalimati dan sumbermani, walau berat rasanya mengikhlaskan dan meridhoi hal
tersebut dan mengesampingkan ambisi dan ego masing masing namun itulah ujian
dalam pendakian.
Puncak itu bonus, kembali kerumah dengan selamat itu
keberhasilannya karena mahameru adalah perjalanan fisik, mental dan hati yang
butuh keikhlasan.
Dan
hari itu dihabiskan untuk menikmati indahnya ranukumbolo, berbagi dengan alam
sekitar dan bercengkrama dengan para pendaki lain. Hal yang tak dapat ditemukan di
peradaban kota.
.
Senin,
15 Oktober 2012
Nikmat
mana lagi yang bisa saya dustakan ketika bisa menikmati lukisanNya, sunrise
ranukumbolo dan ditemani hangatnya segelas kopi. Subhanallah, benar benar gabisa
dinarasikan.
Hari
itu bertepatan dengan ulang taun Ibu saya “Selamat ulang tahun bu, doa dan
rindu terkirim untukmu dari ranukumbolo” Ingin rasanya telpon beliau tapi apa daya krisis sinyal di ketinggian 2400 mdpl.
Waktunya untuk aksi bersih bersih ranukumbolo,
walau belum bisa ke mahameru paling tidak ada hal positif lain yang bisa kita
lakukan disini walaupun ga berpengaruh banyak namun bisa menjadi batu loncatan
untuk pendaki lain untuk menjaga kebersihan area sekitar ranukumbolo agar kelak anak cucu kita masih bisa menikmati tanah semeru.
Bermodalkan energi dari nasi goreng dan nugget, para jejaka mulai menyisiri
sampah sampah di area camp, ada yang mengambili sampah di tepian danau, sampah
plastik dan juga sampah sampah botol bekas minuman. Huuuuh udah 2 karung sampah
yang dikumpulkan dan besoknya siap diboyong sampai basecamp ranupani.
Salam Rindu, Anakmu.
Oro-oro ombo
Sorenya
saya menikmati trek tanjakan cinta sampai padang ora ora ombo, ditengah
perjalanan kami harus bergegas pulang ke tenda karena hujan, yang awalnya
optimis kabut jenuh saya pun ikut berlari naik turun bukit.
Selasa,
16 Oktober 2012
Packing
packing ayo kita packing! Hah rasanya belom mau meninggalkan ranukumbolo yang
sakral akan keindahanya. Pecel dan teh susu menjadi energi kita untuk pulang, berbagi
sarapan dan bercengkrama dengan pasangan bule dari perancis jadi topik kita
pagi itu, ternyata mereka menghabiskan waktu 2
bulan mereka di Indonesia untuk menikmati keindahan alam Indoesia.
Keril sudah siap, pukul 9.10 kita mulai ngetrack menuju ranupani
dengan bonus harpa uki dan yang lainnya gantian membawa karung sampah. Tidak
butuh waktu lama untuk perjalanan pulang, cukup 4,5 jam kita sudah sampai di
pos ranupani. Alhamdulillah ahirnya lihat jalanan aspal kembali, sampainya di
pos kami lapor kepada Pak Ningot Sinambela telah turun dengan selamat dan
menyerahkan sampah yang telah kita bawa. Beruntung ada truk terakhir, kita
gabung dengan para pendaki yang lain yang akan menuju Malang dan pulang ke
kotanya masing masing. Berbaur dengan kabut yang mulai naik dan ahirnya hujan
turun, wah benar benar seru perjalanan pulang itu.
Ranukumbulo yang selalu membuat rindu.
Walau
impian saya 5 tahun yang lalu menginjakkan kaki di Mahameru masih harus
tertunda namun selalu ada teladan hidup yang bisa diambil dari perjalanan alam.
Bertemu dengan orang orang baru, berbeda kepala, berbeda pikiran, berbeda
karakter, berbeda cara namun satu tujuan. Mahameru akan kutempuh ragamu di lain
kesempatan.
Malang bukan kota yang tabu untuk saya, setelah 3 bulan yang lalu saya mengunjunginya. Saat ini saya kembali tanpa ada rencana sebelumnya. Udara yang sejuk yang selalu saya rindukan begitu juga wisata alam dan kulinernya. Salah satu tujuan saya akan sedikit terealisasikan oleh Harpa yang mengiyakan ajakanku kemping di Pulau Sempu akhir pekan. Dan saya siap berangkat ke Pulau sempu untuk kedua kalinya bersama Harpa, Mantong, Ikmal, Beny, Devi dan Nisa.
Sekilas
Tentang Pulau Sempu
Pulau
sempu adalah pulau kecil yang berada di bagian selatan pulau jawa. Pulau ini
terletak dalam wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa
Timur. Pulau sempu merupakan bagian dari kawasan cagar alam yang memiliki luas
sekitar 877 ha dan dilindungi oleh pemerintah. Pulau ini berbatasan dengan
Selat Sempu (Pantai Sendang BIru) dan dikelilingi Samudera Hindia.
Pulau
sempu dapat ditempuh dari Malang dengan waktu tempuh ± 2,5-3 jam dengan
menggunakan motor atau mencarter
angkutan. Sebagai catatan tidak ada angkutan umum menuju pulau tersebut.
Selanjutnya menyebrangi Sendang Biru menuju teluk semut dengan waktu tempuh 10
menit menggunakan perahu motor nelayan dengan biaya 100 ribu untuk satu perahu.
Pulau
sempu memiliki laguna segara anakan yang sangat menawan dengan pasir pantainya
yang putih dan airnya yang jernih serta tebing tebing karang yang ada disekitar
pantai memberikan pemandangan yang sangat indah.
Jumat,
5 Oktober 2012
Joyogrand – Pantai Sendang
Biru
Setelah
menempuh perjalanan 2 jam ahirnya kami sampai di pantai sendang biru pukul 09.00, saya dan
ikmal segera mengurus tiket masuk dan membeli cumi di pasar ikan sendang biru
untuk makan malam sedangkan harpa mengurusi perijinan bermalam di segara anakan
sisanya mencari perahu untuk menyebrang. Lengkap sudah perizinan dan barang
bawaan, ahirnya kita menyebrangi sendang biru dengan menggunakan perahu motor
nelayan. Cukup 10 menit kita sudah sampai di teluk semut, jalan utama menuju
laguna segara anakan.
Teluk Semut – Segara Anakan
Perjalanan
menuju segara anakan dimulai dari teluk semut dan memasuki hutan. Trek awal
yang dipenuhi dengan akar dan ranting yang menjalar di jalanan serta pohon
pohon tumbang yang melintas di tengah jalan harus kita lewati, sesekali
menanjak dan turun dengan kontur tanah yang kering namun jika hujan lumpurnya
bisa selutut dan sangat licin, Alhamdulilah cuaca saat itu sangat cerah dan
mempermudah perjalanan kami.
Teluk Semut
Porter Kami
Ditengah
perjalanan kami beristirahat, harpa berlagak macam orang pingsan yang tiduran
di tengah jalan karena lelahnya membawa sekardus air mineral dan para lelaki
harus bergantian mengangkat dua kardus air minum tsb. Sebagai catatan jika
ingin bermalam di segara anakan lebih baik membawa persediaan air minum yang
cukup untuk kebutuhan selama disana karena tidak adanya sumber mata air payau.
Kurang dari 2 jam kami sampai di segara anakan, rasa lelah sedikit terbayar
ketika melihat birunya air segara anakan. Namun sayang, pulau sempu yang sudah
mulai dikenal banyak orang mulai tercemar dengan sampah para wisatawan yang
kurang peduli dengan kelanjutan alam pulau sempu. Beruntunglah masih ada yang
peduli dengan kebersihan pulau sempu, disana kami bertemu dengan pencinta alam
yang membersihkan sampah di area sekitar segara anakan dan membawa sampahnya ke
sendang biru.
Hah
berleyeh leyeh sejenak, sebagian yang beristirahat dan sisanya menyiapkan
makanan untuk makan siang. Makan siang
seadanya yang dinikmati di alam akan terasa begitu nikmat dalam kebersamaannya.
Setelah
makan siang waktunya kami bermain air, niat hati mau mancing dan berekspetasi
dapet ikan untuk makan malam namun hasilnya nihil. Ikmal lebih tergoda untuk
main air dibandingkan memancing.
Nutrijel Ala Chef Devi
Dari
kejauhan terlihat gerombolan kera ekor panjang yang menghampiri tas kami dan
mengambil cemilan serta sisa makanan kami. Dengan spontan harpa dan lainnya
mengejar kera tersebut yang lari menjauh. Kera kera itu menjadi bahan tontonan
kita hingga menjelang sore. Setelah dirasa aman, kami membuka tenda kemudian
para lelaki mencari kayu bakar untuk api unggun sedangkan saya dan devi sibuk
mempersiapkan cumi bakar untuk makan malam.
Malamnya,
dengan bumbu seadanya karena bumbu bakar kami ilang di ambil kera atau
terjatuh, ikmal dan beni memulai membakar cumi. Dengan metode pengasapan dan
pembakaran, cumi bakar siap disajikan untuk makan malam. Setelah kenyang kami bercengkrama beralaskan
banner capres gagal dan beratapkan sedikit bintang bintang hingga larut malam
sampai tertidur. Sempat terbangun karena gerimis sebentar dan kami melanjutkan
tidur diluar tenda berselimutkan sleepingbag, dengan optimisnya kita yang
berfikir gerimisnya sebentar, ahirnya kami pindah ke dalam tenda sekitar pukul
04.00 karena hujan yang sangat deras.
Sabtu,
6 Oktober 2012
Segara Anakan - Sendang Biru
- Malang
Cuaca
pagi itu tidak mendukung kami untuk bermain air, hujan sisa semalam masih awet
hingga keesokan. Disaat orang orang ditenda yang lain sibuk diluar untuk
bermain air dan hujan hujanan, kami memilih untuk tidur didalam tenda. Betul
betul tenda yang malas, sampai kami keluar pun menggunakan payung hingga
ditertawai yang lain.
Beruntung
ada juru masak ikmal yang memasak makanan untuk sarapan di sela sela hujan
turun. Kami menikmati sarapan pagi itu seadanya, sarden dan mie goreng menjadi
tenaga kita untuk pulang. Dilanjutkan dengan packing dan bersih bersih, kami
siap untuk pulang. Ada kejadian yang tidak diinginkan saat kita mau pulang,
ilangnya kunci motor serta hape mantong dan harpa. Saat dicari cari kembali
ahirnya ketemulah kunci motor mantong di semak semak tapi tidak berlaku untuk hape harpa dan
mantong. Dengan wajah yang lesu sebelum pulang kami mengabadikan moment
bersama dan beruntungnya menyaksikan lincahnya lumba lumba melompat lompat di lepas samudera hindia, harpa dan mantong mencoba mengikhlaskan hapenya.
Beruntung
kita datang hari Jumat, hanya beberapa tenda saja yang bermalam saat itu
berbeda saat kita mau pulang yang sangat ramai sekali. Tidak heran wisatawan
yang datang ke pulau sempu saat libur akhir pekan sangat ramai dibanding hari
biasanya yang ingin bermalam atau sekedar menikmati pesona alam segara anakan.
Dan jalanan sewaktu pulang yang sedikit licin karena guyuran hujan dari semalam
membuat kami lebih berhati hati, tidak butuh waktu lama untuk perjalanan pulang
menuju teluk semut, cukup satu setengah jam kami sampai di teluk semut dan menunggu
jemputan perahu.
Berlatar Samudera Hindia
Tibanya
di sendang biru kami beristirahat sejenak di bawah pohon sambil menikmati es
kelapa dan makan siang sambil menunggu teman lainya yang sedang mandi dan
berganti pakaian. Setelah semuanya siap kami melanjutkan perjalanan menuju
malang dengan cuaca yang mendung, berdoa jangan dulu turun hujan sampai kami
tiba di malang, kemudian mengembalikan alat alat ke Dorent dan pulang ke
kontrakan. Kabar
baik sesampainya di kontrakan ternyata hape mantong terselip di bagian tas
depan devi bercampur pembalut kotornya sedangkan hape harpa diketemukan keesokanya di tas devi, padahal
sebelumnya udah digeledah isi tas devi dan hasilnya nihil. Nah loh?
Alam akan memberikan ketenangan dengan segala keindahannya dan memberikan kedamaian dengan segala kekuatannya. Percaya atau tidak masih ada dimensi lain yang mesti kita hormati seiring menghormati dan menjaga kelangsungan alam sekitar. Bijaklah dalam berkata dan janganlah bersikap angkuh terhadap alam sekitar.