Have you ever heard this quotes," If you never try you'll never know"
I ensure you have.
Sometimes we are afraid to take a step in front of us, we don't know what will happen next, we are afraid it will make us happy or not, we think that doesn't run it well. We are afraid of unclear way, we are afraid of uncertainty and to leave out from comfort life.
But, we really never know until we have to try. Right?
In a moment, i have trying jump above around 10 meters. I tried because there is a fear of heights on my mind. One step before jump my heart beating faster than before, i was stuck standing cool for a long time at the top. No one can push my fear inside, if not mine.
It cannot be changed until i let go of fear itself from my mind.
Then, i jump.
my hand stuck in the sling rope, it hurts.
but i can throw the fear inside, it was lavish feeling.
what i feel after jump?
i desirous for jumping back, to get back my pleasent feeling.
trying random act that i never been try and thought that it cannot happens always made me excited, made me alive to thru good life, to discharge my endorphine.
I am grateful, and still learning to release my fear inside.
a fear of losing,
a feeling.
Perempuan Angin
March 10, 2016
February 29, 2016
utuh.
mereka yang tanpa tawa bukan berarti hidup tanpa nasib baik.
mereka hanya lebih tau bagaimana caranya untuk bersyukur.
jangan pikir mereka yang tanpa tawa adalah manusia yang tak bahagia.
mereka tau bagaimana menjadi manusia yang utuh dan cukup.
apa manusia bisa terlihat bahagia, tanpa ada masalah, yang bingar dengan tawa?
mereka yang selalu tertawa bukan berarti hidup tanpa nasib buruk.
mereka hanya lebih tahu bagaimana caranya menikmati hidup.
jangan pikir mereka yang selalu tertawa adalah manusia tanpa problema.
mereka punya cara tersendiri tuk menjaga kalau tak perlu semua orang tau problemanya.
Kamu yang mana?
January 16, 2016
a thought
I am wild.
Dirty feet, i run barefoot through woods and rainforests. Open fields and secret water streams.
Alone with the sound of my breathing and the wind roaring in my ears.
I am wild.
Knotted hair, brushing gently across my face, it dances in the wind and rain.
Twigs, leaves and flowers hitch rides across the country side.
I am wild.
The stars call out to me, a part of me is out there. My essence, my purpose, my divine connection.
An infinite sky, forever changing, flowing, being, stillness.
Solitude, icy hands and a smokey breath. Let my bones charge in the morning sun light.
Always alone, but i will be free anyway and alive.
I am wild, Tribe of Gaia.
I feel others' feeling as if they were my own. Their pain, their joy, their way. In the end, only time will answer everything. We'll just end up with peace, happiness, pain or regret.
Time provides you and you decide.
Please, don't try fix me as you desire. The way is beautiful to me. I could see that is possible and all that I thru. Whilst other see all that is right and wrong and the reason why.
Please don't try to fix me. I could see..
Jakarta, 17.10
Dirty feet, i run barefoot through woods and rainforests. Open fields and secret water streams.
Alone with the sound of my breathing and the wind roaring in my ears.
I am wild.
Knotted hair, brushing gently across my face, it dances in the wind and rain.
Twigs, leaves and flowers hitch rides across the country side.
I am wild.
The stars call out to me, a part of me is out there. My essence, my purpose, my divine connection.
An infinite sky, forever changing, flowing, being, stillness.
Solitude, icy hands and a smokey breath. Let my bones charge in the morning sun light.
Always alone, but i will be free anyway and alive.
I am wild, Tribe of Gaia.
I feel others' feeling as if they were my own. Their pain, their joy, their way. In the end, only time will answer everything. We'll just end up with peace, happiness, pain or regret.
Time provides you and you decide.
Please, don't try fix me as you desire. The way is beautiful to me. I could see that is possible and all that I thru. Whilst other see all that is right and wrong and the reason why.
Please don't try to fix me. I could see..
Jakarta, 17.10
January 15, 2016
Pulang
![]() |
| Yogyakarta, 23 Oktober 2015 |
Semua hal dalam hidup akan berubah pada waktunya. Perubahan diseimbangkan oleh waktu itu sendiri. Aku sudah lama tidak menulis dan membaca buku. Rasanya seperti patah hati karena terpisah dari inspirasi. Tumpukan buku-buku baru yang kubeli sejak setahun belakang ini pun sebagian rusak, oleh rayap dan belum terbaca. Karena lama aku tinggal.
Lalu karena alasan begitu, aku mencari-cari inspirasi. Sibuk mencari hal yang tak dapat diraba. Aku memilih cara mencari dengan berpetualang, berjalan lebih jauh. Ya, bergerak mencari hal-hal yang hilang dalam diri.
Pernah suatu waktu di belahan Pulau Dewata, masih pada sebuah petualangan mencari. Karena sudah satu bulan lamanya aku berjalan jauh sampai merasa aku ingin pulang. Fisik ini ingin tetap tinggal melangkah lebih jauh, tidak untuk jiwanya.
Namun, itu tadi. Pulang kemana?
Aku ingin mengubah suasana hati. Ingin mendamaikan diri sendiri. Benar-benar hidup menikmati waktu yang tak pernah bersedia tetap tinggal.
Jogja, jogja, jogja.
Kota yang menjadi rumah bagi banyak rindu, dan juga kepulangan.
Kota yang menjadi rumah bagi banyak rindu, dan juga kepulangan.
Selalu ada yang memanggil untuk kembali pulang.
Pada suatu senja, saat hati ini ingin pulang sekali aku bergegas ke stasiun di tengah kota untuk membeli langsung tiket tujuan kota pelajar, membelah jalanan ibu kota dengan hiruk pikuknya kemacetan.
Entah keberuntungan atau apapun itu. Saat itu aku masih dalam antrian loket dan kereta yang mau aku tumpangi akan berangkat 10 menit kemudian. Sampai pada giliranku, dan ternyata masih ada jatah kursi dan waktu untukku berlari sampai ke peron.
Aku berlari, dengan beban isi ranselku dan koper seorang ibu yang mulai menua.
Ibu itu sungkan kopernya kubawakan, dia memanggil seorang portir.
"Tak usah bu, biar saya saja yang bawakan. Ibu lebih baik jalan cepat, keretanya sudah mau berangkat bu" sautku.
Sampai berdiri depan pintu gerbong, selangkah lagi masuk kereta itu berjalan dan diberhentikan dengan bunyi peluit petugas kereta yang berjaga di depan pintu gerbong. Puji syukur.
Sampai ahirnya alas kakiku ini menginjakkan di stasiun yang tak awam lagi "Stasiun Jogjakarta"
Selalu ada energi positif tersendiri saat menghirup udara pagi kota yang melahirkan banyak seniman itu. Aku tak berlebihan, untuk orang-orang yang pernah merantau lama di Jogja pasti mengiyakan hal yang sama.
Ah, sudah sudah.
Aku memang selalu menikmati segala kejutan dalam perjalanan panjangku. Kunikmati dan kubawa pulang untuk kelak diceritakan.
Kadang, kita menemukan rumah justru di tempat yang jauh dari rumah itu sendiri. Karena rumah untuk semua kepulangan adalah diri sendiri. Ya, aku masih belajar merangkak untuk berdamai dengan diri sendiri. Agar tau, kapan dan kemana akan pulang.
Lalu aku rindu menulis lagi. Baru sempat menulis lagi.
Aku yang disibukkan dengan masa kini.
Waktu mengirimkan rasa ini untuk aku menulis lagi. Menuliskan perjalanan dan kepulangan rasa selama berjalan jauh.
Entah, mungkin menulis jugalah yang akan mengembalikanku kepada petualangan lain,
petualangan merealisasikan mimpi.
Semoga.
Jakarta, 04.45
June 16, 2013
Cahaya Bulan
perlahan
sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya kota
kelam mesra menyambut sang petang
disini ku
berdiskusi dengan alam yang lirih
kenapa
matahari terbit menghangatkan bumi
aku orang
malam yang membicarakan terang
aku orang
tenang yang menentang kemenangan oleh pedang
perlahan
sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya
nyali besar mencuat runtuhkan bahaya
disini ku
berdiskusi dengan alam yang lirih
kenapa
indah pelangi tak berujung sampai di bumi
aku orang
malam yang membicarakan terang
aku orang
tenang yang menentang kemenangan oleh pedang
cahaya
bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yang takkan
pernah aku tau
dimana
jawaban itu
bagai
letusan berapi, bangunkanku dari mimpi
sudah
waktunya berdiri
mencari
jawaban kegelisahan hati
terangi
dengan cinta di gelapku
ketakutan
melumpuhkanku
terangi
dengan cinta disesatku
dimana
jawaban itu
April 9, 2013
Dua Malam di Gunung Papandayan
Sekilas Tentang Gunung
Papandayan
Gunung Papandayan
merupakan gunung api yang terletak di Kabupaten Garut, Kecamatan Cisurupan,
Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2665 ini memiliki komplek kawah yang aktif
dan mengeluarkan asap belerang. Keindahan komplek kawahnya, hutan mati, pondok salada, tebing curam & tinggi, tegal alun tak kan ada habisnya.
Untuk menuju gunung
papandayan dapat menggunakan bus langsung dari Kp. Rambutan menuju Terminal
Guntur dengan kisaran biaya 30-35 ribu/org dan dilanjutkan naik angkutan umum ke
pertigaan Cisurupan 6rb. Selanjutnya naik ojek (20-25ribu) atau dengan mobil
terbuka 15rb/org sampai pintu masuk.
| Hutan Mati |
22 Februari 2013
“Jadi kita berangkat cuma
bertiga nih?.....” dan semesta berkata lain.
Sore yang cerah, menemani
Dimas Askinding a.k.a Cidek ke pasar untuk belanja persediaan kedainya dan berbelanja kebutuhan logistik selama digunung. Tak lama menuju rumah goldy untuk
repacking dan meeting point disana. Packing tak kunjung kelar rasanya, semua
alat dan logistik mau dibawa, sampe kasur lipet milik nona Johar yang katanya
buat leyeh leyeh saat ngecamp mau dibawain sama goldy sukses ditinggal dalam mobil,
Carrier dan daypack
sudah masuk kedalam mobil, persiapan sudah oke dan tiba tiba.
“Bang, jangan naik
gunung gitu cuacanya lagi buruk …………” ujar Mama Goldy
Pikir beliau hanya
kemping di tempat camp biasa gapake naik bukit dan ahirnya abang goldy pun mulai
menjelaskan ke ibunya perlahan. Oke, dapet izin asal
naik bareng rombongan lain atau yang sudah tau jalan. Mimik wajah goldy pun
berubah seketika, bingung mengiyakan.
Ba’da maghrib. Saya,
goldy, nona, dimas, jofino dan fanny pun memulai perjalanan. Diawali
pemberhentian pertama di wakidi untuk mengisi perut terlebih dahulu dan fici
pun melaju hingga ± 200km sampai pintu masuk utama kawasan papandayan memakan waktu 6,5 jam perjalanan. Ditengah
perjalanan menuju pintu masuk, tak habisnya istighfar, jalanan rusak tengah
hutan dengan bonus pemandangan kota garut yang aduhai. Muncul ketakutan ban
nyelip di tengah hutan, puji syukur supir berlisensi legal Jofino bisa mengatasinya
sampai area parkir.
23 Februari 2013
Tiba basecamp pukul
2.30 pagi dan pos pendakian pun tutup, kami memutuskan beristirahat sejenak menunggu sang fajar di dalam mobil dengan desiran angin yang kencang.
“Gue merem sama melek
sama aja, sama sama gelap” Celetuk Jofino.
Semuanya tertawa
kemudian hening, menikmati kegelapan dan memaksakan untuk tidur.
Panggilan
alam selalu membangunkanku lebih awal, tapi angin kencang diluar mengurungkan
niatku. Beberapa pendaki pun mulai berdatangan, setelah mendaftar mereka
langsung naik, sedangkan kami masih repacking kembali dan mendaftar di pos
pendakian membayar uang masuk yang sukarela ditambah 20 ribu uang penitipan
mobil untuk semalam, selembar 50 ribu kami keluarkan semuanya untuk 6 orang.
Usai
doa sebelum perjalanan, pukul 7.25 kami pun mulai melangkahkan kaki lebih jauh
menuju jalur pendakian. Baru awal perjalanan sudah disuguhkan indahnya tebing
tebing curam dan bau belerang yang sangat menyengat. Jangan lupa menggunakan masker
dan basahi dengan air sebelumnya. Jalur menuju pondok salada ada 2, setelah
mengikuti jalur motor trail yang ada sampai di pertigaan jalur ke kiri jalur
terjal untuk melewati hutan mati dan jalur landai ke kanan untuk langsung ke
pondok salada.
Kami memilih
kiri jalur terjal yang sebagian ditumbuhi vegetasi pohon cantigi, jalur yang
menguras tenaga namun sampainya di hutan mati disuguhkan potret bencana yang
melahirkan keindahan alam yang luar biasa. Tak hentinya mengucapkan subhanallah….
Setelah
melepas lelah perjalanan dilanjutkan menuju pondok salada dan bergabung dengan
rombongan Jakarta mengikuti arah petunjuk yang ada sampai bertemu bunga abadi
dan melewati kubangan kubangan air. Tibalah di pondok salada pukul 10.30,
kemudian mendirikan tenda dan mulai mengepulkan asap dapur.
| Bentang Alam Hutan Mati |
24 Februari 2013
“Jo, lo tidur ngigo
parah kedinginan sampe menggigil pula, watir siah aing. Tau kondisi semalem lu
gitu mending sekarang gausah naik ampe atas” Jopino ngoceh.
Pagi pagi jofino udah
heboh nyeritain ngigonya saya malem itu, ga sadar sih tapi emang saat itu kondisi
saya sedang tidak fit, flu berat bercampur sakit kepala dan memaksakan naik. Padahal
jofino juga gak kalah menggigilnya malem itu sampe tremor, tidur tanpa sleeping bag.
Kapok ya, Jop? hahaha
Kapok ya, Jop? hahaha
Seduhan kopi pertama
pagi itu, manis sambil menikmati potret pagi pondok salada dan bunga abadi yang
diselimuti bulir es. Dan taraaa, sedang asik mengepulkan asap dapur kita kehabisan gas. Cideuk pun langsung berburu gas
ke tenda seberang, tendanya bang oji. Gerimis dan berkabutnya cuaca pagi itu ahirnya kami mengurungkan niat untuk ngetrek pagi ke tegal alun. Santai dulu lur enjoy dulu, goldy dan cideuk pun mencoba mandi pake air gunung dibalas gelengan kepala jopino yang cukup dengan tremornya semalem, pecah tawa kami.
| Bunga abadi pondok salada diselimuti bulir es |
Pukul 9.15 kami
bergabung dengan rombongan Jakarta (dewi, bang tiar dan 2 rekannya) dan
rombongan garut (bang oji, opi, fahmi) menuju tegal alun hanya membawa logistik dan
peralatan yang diperlukan sisanya ditinggal dalam tenda, sempat salah jalan menuju hutan mati bukannya melipir ke kanan dari kubangan air itu.
| Jofino, Fanny, Cidek, Bang Oji, Opi, Saya, Goldi, Fahmi |
| Naik gunung juga ngantri bung |
Jalur yang basah dan lengket karena kontur tanah yang bercampur batuan kapur dan menanjak memperlambat ritme kami, sesekali
angin kencang menggoyahkan badan ini. Sakit kepala dan flu berat memperparah
kondisi saya, terkadang gak fokus dan kepleset beruntung ada jofino yang siap
tahan tubuh saya dari belakang.
Kenapa juga gak ngikutin jalur cideuk dan bang oji yang memotong jalan, mereka sampai terlebih dahulu menunggu kita di puncak nangklak sedangkan saya dan lainnya masih mengantri untuk naik.
Kenapa juga gak ngikutin jalur cideuk dan bang oji yang memotong jalan, mereka sampai terlebih dahulu menunggu kita di puncak nangklak sedangkan saya dan lainnya masih mengantri untuk naik.
Pukul 11.30 sampailah di
tegal alun, sejauh mata memandang bunga abadi memperlihatkan kecantikannya.
Indonesia miniaturnya surga bung, sayang jika dilewatkan!
| Dari Puncak Nangklak |
| Halo tegal alun |
| Panorama Tegal Alun |
Tak lama kami menikmati
eloknya tegal alun, pukul 13.10 kami bersiap kembali ke pondok salada. Mengikuti
jalur sewaktu berangkat dan tanda yang sebelumnya telah dibuat namun bertemu
kembali dengan bunga abadi, ah rupanya kita salah jalan.
Kembali lagi menelusuri jalan sebelumnya dan kami tidak menemukan tanda yg sebelumnya telah dibuat. Ahirnya salah satu rombongan membuka jalur dan ternyata menemukan aliran sungai. Jalurnya lebih terjal batu batu besar, dan pondok salada terlihat jelas dari atas. Sampai di pondok salada pukul 14.45 beres beres tenda, dan ciwi ciwi kece nona & fanny masak untuk bekal energi pulang. Tim bang oji dari garut pamit turun duluan, sedangkan saya turun bareng rombongan bang tiar.
Kembali lagi menelusuri jalan sebelumnya dan kami tidak menemukan tanda yg sebelumnya telah dibuat. Ahirnya salah satu rombongan membuka jalur dan ternyata menemukan aliran sungai. Jalurnya lebih terjal batu batu besar, dan pondok salada terlihat jelas dari atas. Sampai di pondok salada pukul 14.45 beres beres tenda, dan ciwi ciwi kece nona & fanny masak untuk bekal energi pulang. Tim bang oji dari garut pamit turun duluan, sedangkan saya turun bareng rombongan bang tiar.
| Come as strangers, left as brothers |
| jalur air |
Selalu ada cara Tuhan menegur hambanya, ditengah perjalanan turun dan hendak
istirahat disungai, saya terpleset dan kepala saya terjatuh di tengah himpitan
batu besar, tenggelam dalam air. Saat yang lainnya panik mencemaskan, saya bangun dan terengap
engap karena tertelan air sungai sambil tertawa gelagap. HAHAHAHA dingin bro air sungainya.
.
.
Beratapkan langit gelap
kami tiba di pos pendakian pukul 6 petang, melapor terlebih dahulu membereskan
barang barang ke dalam mobil dan pamit duluan dengan tim bang tiar.
Fisik ahirnya tumbang,
setelah jakpot saya memilih meminum antimo dan tertidur pulas sampai bogor.
| We see you soon! |
"We enter the mountain as stranger & left the mountain as brother"
Terimakasih Papandayan atas keindahan dan keelokan semestamu. Selalu ada kejutan dan cerita dibalik sebuah perjalanan. Terimakasih Fici, Goldy, Cideuk, Jofino, Nona, Fani, Bang Oji dkk, Bang Tiar dkk dan yang lainnya atas momennya. Sampai bertemu di rekam jejak perjalanan lainnya.
“There is no end to the adventures that we can have”
Little Note: "Bagi yang membawa kendaraan pribadi, sebelumnya dipersiapkan kondisi mobil yang fit dan bisa untuk jalanan rusak karena jalan dari gerbang cisurupan sampai ke pos pendakian lumayan offroad dan ektsrem. Terlebih jika melakukan perjalanan malam hari, keep safely the journey "
Terimakasih Papandayan atas keindahan dan keelokan semestamu. Selalu ada kejutan dan cerita dibalik sebuah perjalanan. Terimakasih Fici, Goldy, Cideuk, Jofino, Nona, Fani, Bang Oji dkk, Bang Tiar dkk dan yang lainnya atas momennya. Sampai bertemu di rekam jejak perjalanan lainnya.
“There is no end to the adventures that we can have”
Little Note: "Bagi yang membawa kendaraan pribadi, sebelumnya dipersiapkan kondisi mobil yang fit dan bisa untuk jalanan rusak karena jalan dari gerbang cisurupan sampai ke pos pendakian lumayan offroad dan ektsrem. Terlebih jika melakukan perjalanan malam hari, keep safely the journey "
April 7, 2013
nobody wants to be alone
First, you will love.
You will enjoy the beauty of quiteness, the freedom from responsibilities. You will love how you do things only for yourself. But then you will realize that nobody cares about you, you will miss talking to people. You will miss the arguments and you will even miss the simple hellos. And at the end, you will return to the real world and say you hate loneliness.
is it life circle feeling?
One good time,
Get involved deeply conversation with Eyad Essam
is it life circle feeling?
One good time,
Get involved deeply conversation with Eyad Essam
December 5, 2012
Bahagia Itu Sederhana
Setiap orang pasti punya definisi masing masing dari kata bahagia entah dalam ranah relatif ataupun subjektif. Ada situasi disaat orang itu bilang musibah dan disisi lain itu bilang anugerah.
Secara situsional, saya bisa bahagia hanya dengan menghabiskan waktu dengan keluarga, memandangi langit malam yang bertaburan bintang, menghabiskan waktu malam di angkringan atau warung kopi, jalan jalan sendirian di malioboro, melihat rintik hujan, mengelilingi kota Jogja, membaca buku dengan segelas teh, memperhatikan orang orang yang berlalu lalang, menikmati macam macam kuliner, atau sekedar kemping di alam terbuka.
Tak dapat dipungkiri kita pun pernah merasakan bosan, kesal, tak semangat bangun dari tempat tidur untuk melewati rutinitas hari-hari. Wajar saja, namun tidak untuk terbiasa.
Tak dapat dipungkiri kita pun pernah merasakan bosan, kesal, tak semangat bangun dari tempat tidur untuk melewati rutinitas hari-hari. Wajar saja, namun tidak untuk terbiasa.
Terlepas dari itu semua, lambat laun saya mulai belajar untuk memaknai makna bahagia dalam harfiah yang sederhana. Belajar untuk tidak mengkondisikan bahagia dalam bentuk apapun.
Apa sih bahagia itu sebenarnya?
Definisi bahagia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia;
bahagia/ba·ha·gia/ 1 n keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan). 2 aberuntung; berbahagia.
Lalu, saya menyadarinya..
Kadang manusia selalu mencari-cari kebahagiaan, padahal kebahagiaan itu sudah ada di depan mata atau bahkan kita sedang menggegam erat kebahagiaan itu tanpa kita betul-betul tak menyadarinya.
Apa sih bahagia itu sebenarnya?
Definisi bahagia menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia;
bahagia/ba·ha·gia/ 1 n keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan). 2 aberuntung; berbahagia.
berbahagia/ber·ba·ha·gia/ a 1 dalam keadaan bahagia. 2 v menikmati kebahagiaan.
membahagiakan/mem·ba·ha·gi·a·kan/ v 1 menjadikan (membuat) bahagia 2 mendatangkan rasa bahagia.
kebahagiaan/ke·ba·ha·gi·a·an/ n kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yang bersifat lahir batin.
membahagiakan/mem·ba·ha·gi·a·kan/ v 1 menjadikan (membuat) bahagia 2 mendatangkan rasa bahagia.
kebahagiaan/ke·ba·ha·gi·a·an/ n kesenangan dan ketenteraman hidup (lahir batin); keberuntungan; kemujuran yang bersifat lahir batin.
Lalu, saya menyadarinya..
Kadang manusia selalu mencari-cari kebahagiaan, padahal kebahagiaan itu sudah ada di depan mata atau bahkan kita sedang menggegam erat kebahagiaan itu tanpa kita betul-betul tak menyadarinya.
Karena sebenarnya semua hal dalam kehidupan kita di dunia ini bisa diliputi oleh kebahagian tergantung kita dalam menyikapinya. Bahagia itu adanya dari kita sendiri bukan dari mereka atau orang lain. So lets happy for no reason guys.
mengingatkan untuk diri sendiri, jika nanti saya merasa bosan atau kurang bersemangat. Diamlah sesaat, jangan paksakan diri sendiri atau bangun lebih pagi. Lihat apa yang ada di sekitar, syukuri hal-hal yang sederhana. Menghela napas panjang.
Percayalah esok akan lebih baik dan ingat bahwa saya orang yang beruntung dan penuh kebahagiaan.
mengingatkan untuk diri sendiri, jika nanti saya merasa bosan atau kurang bersemangat. Diamlah sesaat, jangan paksakan diri sendiri atau bangun lebih pagi. Lihat apa yang ada di sekitar, syukuri hal-hal yang sederhana. Menghela napas panjang.
Percayalah esok akan lebih baik dan ingat bahwa saya orang yang beruntung dan penuh kebahagiaan.
Dan saat menulis tulisan ini, saya sedang berbahagia. Duduk di tengah ramainya warung kopi.
Dengan perbincangan isi kepala yang tak ada habisnya.
Jogja, 04.00
November 26, 2012
Simple Power of Smile
What do u think about smile?
As i know smile is change a facial expression by spreading the lips to signal pleasure and it takes less facial muscles to make someone smile than frown. Some experts claim that need 43 muscles to frown and only 17 muscles to smile.
Smile has the power to radiate the qualities that make you beautiful on the inside, kindness, respect & self control. Just try to smile when you are among strangers is the best way to invite them to get to know you. Your face is the first thing people look at when they meet you for the first time and smile sends a message that you are friendly and easy going. So why not let it show what a great person you are with give your smile power.
Here are some benefit that can get a person with a smile;
- Smiling makes a person more attractive because there is a certain attraction factor and make someone look better than frown and wrinkle.
- Smiling can trick the body so that helps a person to change for the better mood. Therefore if you feel sad and badmood, just try to smile it can reduce unwell mood.
- Smiling not only change the mood of the person but also can be contagious people around us and bring happiness to others.
- Smiling helps the immune system to work better when someone smile at the increase immune function that makes a person feel more relaxed.
Thus be a beautiful in your heart by being simple smiling doesn't have to be expensive with make up, jewelry or expensive clothes. You are best to urself when you are good to others. Do all the good you can, as long as ever you can. At least starting your day with smile & let us always meet each other with smile, for the smile is the beggining of love. So spread your love everywhere you go. XOXO
This article was created by me to satisfy my final exam public speaking in Pare, Kampung Inggris circa May 2012.
November 1, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)



